Total Tayangan Laman dan jumlah peminat informasi yang berantakan

Berita cerita berbagi informasi dikumpulkan dari berbagai sumber di seluruh dunia oleh siapa saja

@tokoarb - WEBSTA

Tren Jakarta Indonesia Populer News tempat cari kado yang tepat utuk pasangan yang anda cintai top

PUSAT IKLAN BARIS GRATIS DI JAKARTA - Property For Sale liburan ke bali tour bali Alat Bantu SeX

Selasa, 07 Oktober 2014

Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada Prof John O'Keefe, Edvard Moster dan May-Britt Moster atas jasanya melakukan penelitian yang menemukan penjelasan bagaimana otak membuat map atau peta di lingkungan yang sangat kompleks. Pemberian penghargaan tersebut dilakukan pada hari Senin (6/10) malam kemarin, dan bertempat di Karolinska Institute, Swedia. "Penemuan yang dilakukan oleh ketiga peneliti ini membuat kita mengerti bahwa di dalam otak, ada bagian tertentu yang menjadi sistem navigasi kita. Sehingga kita tahu di mana kita berada dan ke mana kita akan melangkah," tutur Prof Ole Kiehn, anggota komite Nobel Kesehatan sekaligus Profesor di Karolinska University. Prof John O'Keefe, Direktur di Center in Neural Circuits and Behavior di University College London, pertama kali menemukan sistem navigasi otak pada tahun 1971. Kalau itu, bagian otak yang diberi nama hippocampus tersebut selalu aktif ketika tikus yang dijadikan bahan percobaan berada di tempat tertentu yang sudah dikenalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar